Jumat, 16 Agustus 2013

Marriage is?

   

Marriage,
Atau pernikahan, adalah salah satu fase dalam hidup manusia. Menikah adalah perwujudan iman kita, iman kita akan ajaran Rasulullah dan iman kita kepada Allah.


"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(Qs. At Taubah (9) : 71)


Janji Allah sudah pasti adanya, begitu juga perihal jodoh. Semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfuz jauh sebelum kita dilahirkan. Lauh Mahfuz adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Lauh Mahfuzh disebut di dalam Al-Qur'an sebanyak 13 kali diantaranya adalah dalam surah Az-Zukhruf 43: 4, Qaf 50: 4, An-Naml 27: 75 dan lainnya. 

Namun ada yang kita lupakan, bahwasanya yang dapat mengubah takdir yang tertulis dalam Lauh Mahfuz itu hanya doa dan perbuatan baik atau ikhtiar kita. Nabi Muhammad bersabda:

"Tiada yang bisa mengubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik" (Hadits riwayat Tirmidzi).

Termasuk perihal jodoh ini, bahwa masih ada ketetapan yang bisa berubah, sesuai doa dan usaha kita selaku manusia untuk menjemput jodohnya. Menikah bukan hal yang sulit, juga bukan ihwal yang mudah. Semuanya butuh bekal, persiapan, dan ilmu.

Sama ketika 5 tahun lalu, saya dan suami memutuskan untuk menikah di usia cukup muda. Saat itu usia saya masih 22 tahun menjelang 23 tahun, sedangkan suami sudah genap 29 tahun. Pertentangan sudah pasti ada. Dari orangtua saya juga, karena dilihatnya saya baru saja lulus kuliah, dan baru ingin bekerja. Tapi alhamdulillah dengan pendekatan yang diplomatis (ehem :)), orangtua pun menyetujui. Dari pihak suami relatif setuju saja karena memang saat itu usia suami sudah cukup untuk menikah.

Sebelum menikah, saya banyak tanya sana sini, seperti apa menikah itu? Susah kah? Bahagia kah? Bagaimana jadi istri yg baik, yang shalehah? Saya banyak buku, browsing inet sana sini tentang pernikahan islami seperti apa. Dari awal kenal (Feb 2008), lalu masa pinangan (Mei 2008) hingga menikah akhirnya (Agustus 2008), saya merasa cukup punya bekal ilmu bersama suami.

Tapi, beda teori, beda realisasi. Benar apa yang dikatakan orang, ketika menikah, terlihatlah sudah semuanya. Baik buruknya kita dan pasangan. Sikap legowo, sabar, dan pengertian dalam menyikapi tiap perbedaan yang ada. Tidak mudah memang. Awal pernikahan kami masih beradaptasi satu sama lain. Belajar mengenal sifat dan karakter pasangan. Tawa, senyum, tangis, dan sedih pasti selalu ada. Karena kami masih terus belajar mengenal, memupuk, dan menambah besarnya rasa sayang dan cinta satu sama lain.

Bagi saya, hakikat pernikahan adalah bersatunya dua insan menjadi kekuatan, kesabaran, cinta dan kasih sayang. Yang lalu akan menjadi pondasi dasar untuk membina keluarga islami, sakinah mawaddah warahmah, melahirkan dan membesarkan juga mendidik anak-anak yang terlahir dari kasih sayang kami menjadi anak-anak yang shaleh/shalehah. Bibit-bibit unggul untuk kemaslahatan umat.


Dan kini, sudah 5 tahun tepat usia perjalanan kami. Masih seumur jagung memang jika dibandingkan untuk pasangan yang sudah menikah hingga puluhan tahun. Tapi bagi kami usia ini sudah mulai mengajarkan kepada saya pribadi arti kesabaran, kedewasaan, dan pengorbanan. Semoga Allah senantiasa menjaga pernikahan kami, membimbing kami agar menjadi pasangan yang saling mengingatkan utk terus lurus berjalan di jalanNya, dan mampu mendidik anak-anak kami hingga dewasa nanti. Aamiin Ya Rabb ..

Happy 5th Anniversary Mas ..
(16 Agustus 2008 - 16 Agustus 2013)
Hope you always be my Imam, dan love our fams ..
^-^


0 komentar:

Posting Komentar